Pengaruh Perilaku Kepemimpinan Sederhana dan Nilai Personal terhadap Daya Inspirasi Individu dalam Konteks Organisasi/Sosial
BAB 1: PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Kemampuan untuk menginspirasi orang lain merupakan elemen krusial dalam kepemimpinan, baik dalam konteks profesional maupun sosial. Sebagian besar literatur kepemimpinan berfokus pada strategi besar, karisma, atau pencapaian luar biasa (Kepemimpinan Transformasional). Namun, data awal menunjukkan bahwa individu yang paling berkesan dan dihormati seringkali mempraktikkan kebiasaan sehari-hari yang sederhana, seperti menunjukkan empati, integritas, dan penghargaan tulus terhadap orang lain.
Hal ini menimbulkan pertanyaan: Sejauh mana praktik perilaku sederhana yang didasari oleh nilai pribadi (seperti kejujuran dan empati) memiliki pengaruh yang lebih signifikan terhadap Daya Inspirasi seseorang dibandingkan dengan fokus tradisional pada keterampilan dan pencapaian eksternal? Penelitian ini bertujuan untuk menjembatani kesenjangan antara teori kepemimpinan besar dan praktik inspirasi dalam kehidupan sehari-hari, membuktikan bahwa kebiasaan mikro dapat menghasilkan dampak inspirasi makro.
1.2 Rumusan Masalah
Rumusan masalah adalah pertanyaan spesifik yang ingin dijawab oleh penelitian ini:
- Pengaruh Perilaku Sederhana: Bagaimana dimensi perilaku kepemimpinan sederhana (seperti mendengarkan aktif, memberikan penghargaan, dan bersikap hangat) memengaruhi secara signifikan persepsi Daya Inspirasi individu?
- Peran Konsistensi Nilai: Sejauh mana konsistensi penerapan nilai personal (seperti integritas, kejujuran, dan keaslian) berkontribusi pada efektivitas individu dalam menginspirasi orang lain?
- Hubungan Sinergis: Apakah terdapat hubungan sinergis antara perilaku sederhana yang ditunjukkan dan konsistensi nilai personal dalam membentuk Daya Inspirasi yang berkelanjutan dan mendalam?
1.3 Masalah Penelitian (Isu Utama)
Masalah penelitian adalah isu-isu umum yang mendorong penelitian ini dilakukan:
- Gap antara Teori dan Realitas Praktik: Adanya kesenjangan antara teori kepemimpinan yang berfokus pada kemampuan makro dan realitas di mana individu justru terinspirasi oleh interaksi dan kebiasaan mikro yang otentik.
- Definisi Inspirasi yang Kabur: Kurangnya pemahaman yang jelas dan terukur mengenai variabel spesifik dari perilaku sehari-hari yang dapat diukur sebagai prediktor kuat Daya Inspirasi di luar karisma atau kekuasaan formal.
- Ancaman Inauthentic Leadership: Meningkatnya kasus inauthentic leadership (kepemimpinan tidak otentik) yang menonjolkan pencitraan, menuntut studi mendalam tentang bagaimana integritas personal (sebagai variabel yang sulit dipalsukan) berperan sebagai fondasi untuk inspirasi yang tulus dan berkelanjutan.
1.4 Justifikasi Pemilihan Judul
Judul: “Pengaruh Perilaku Kepemimpinan Sederhana dan Nilai Personal terhadap Daya Inspirasi Individu dalam Konteks Organisasi/Sosial”
- Fokus yang Praktis: Menggeser fokus dari teori kepemimpinan elit ke perilaku yang dapat dipraktikkan oleh siapa saja (Perilaku Kepemimpinan Sederhana), menjadikan temuan lebih aplikatif.
- Penekanan pada Inti Diri: Mencantumkan Nilai Personal sebagai variabel independen, memberikan bobot ilmiah pada aspek karakter dan etika sebagai kunci inspirasi, bukan hanya kompetensi teknis.
- Variabel yang Holistik: Menggunakan istilah Daya Inspirasi, yang lebih holistik daripada sekadar “motivasi,” karena mencakup kemampuan membangkitkan harapan, optimisme, dan keinginan untuk bertumbuh (elemen inti dari inspirasi sejati).
1.5 Research Gaps (Kesenjangan Penelitian)
- Kuantifikasi Kebiasaan Mikro: Penelitian sebelumnya minim dalam mengkuantifikasi dampak gabungan dari serangkaian kecil perilaku (seperti senyum tulus, kontak mata, dan pujian spesifik) terhadap kemampuan menginspirasi.
- Hubungan Trait vs State: Sedikit penelitian yang secara eksplisit memisahkan dan menguji pengaruh Nilai Personal (yang cenderung stabil/ trait) dari Perilaku Sederhana (yang lebih mudah berubah/state) terhadap hasil inspirasi.
- Peran Keaslian dalam Keseharian: Kesenjangan dalam penelitian yang secara langsung mengaitkan keaslian nilai individu (yang diukur dari konsistensi tindakan sehari-hari) sebagai prasyarat utama untuk menghasilkan pengaruh inspiratif yang diakui oleh pengikut atau rekan kerja.
1.6 Novelty (Kebaruan Penelitian)
- Model Integrasi Sederhana-Nilai: Penelitian ini mengusulkan dan menguji model baru yang mengintegrasikan secara eksplisit perilaku yang terlihat sederhana dengan fondasi nilai yang otentik untuk memprediksi Daya Inspirasi, yang belum pernah dipetakan secara komprehensif.
- Konseptualisasi Ulang Inspirasi: Menghadirkan Daya Inspirasi bukan sebagai hasil sampingan dari kesuksesan, melainkan sebagai output langsung dari etika interpersonal yang konsisten, memberikan dimensi etis baru pada teori inspirasi.
- Fokus pada Follower’s Perspective: Menggunakan metodologi yang berfokus pada persepsi pengikut atau rekan kerja terhadap tindakan “kecil” pemimpin, memberikan validitas yang lebih tinggi pada klaim bahwa inspirasi paling efektif datang dari bawah ke atas.
1.7 Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian adalah pernyataan mengenai apa yang ingin dicapai melalui penelitian ini:
- Mengukur Dampak Perilaku: Untuk menguji dan mengukur dampak spesifik dari Perilaku Kepemimpinan Sederhana (misalnya, mendengarkan aktif dan memberikan penghargaan) terhadap Daya Inspirasi individu.
- Menganalisis Kontribusi Nilai: Untuk menganalisis sejauh mana konsistensi Nilai Personal dan keaslian individu berkontribusi sebagai fondasi yang memperkuat efek inspiratif dari perilaku sehari-hari.
- Merumuskan Model Aplikasi: Untuk merumuskan model teoretis atau kerangka kerja praktis yang dapat menjelaskan dan memandu individu dalam secara sistematis meningkatkan Daya Inspirasi mereka melalui pengembangan perilaku sederhana dan nilai yang otentik.
BAB 2: LANDASAN TEORITIS
2.1 Tinjauan Pustaka Teoritis (Lima Tahun Terakhir)
Tinjauan ini mengidentifikasi tren utama dalam studi kepemimpinan, inspirasi, dan keaslian, yang diterbitkan dalam rentang waktu lima tahun terakhir (c. 2020–2025):
| No. | Konsep Teori Kontemporer | Fokus Utama | Contoh Referensi (c. 2020–2025) |
| 1. | Authentic Leadership (Kepemimpinan Otentik) | Menekankan pentingnya kejujuran diri dan integritas moral pemimpin. Inspirasi muncul dari konsistensi antara nilai dan tindakan pemimpin. | (Rego et al., 2020; Al-Mawali et al., 2022) |
| 2. | Servant Leadership (Kepemimpinan Melayani) | Mengutamakan kesejahteraan dan perkembangan pengikut sebagai prioritas utama. Perilaku seperti mendengarkan, empati, dan memberdayakan dianggap sebagai sumber inspirasi. | (Greenleaf & Spears, 2021 re-examination; Liden et al., 2023) |
| 3. | Humble Leadership (Kepemimpinan Rendah Hati) | Fokus pada kerendahan hati pemimpin, yang diwujudkan melalui pengakuan atas kesalahan, apresiasi terhadap kontribusi orang lain, dan kemauan untuk belajar. Menciptakan iklim psikologis aman. | (Owens & Hekman, 2021; Khattak et al., 2022) |
| 4. | Ethical Leadership (Kepemimpinan Etis) | Menekankan peran pemimpin sebagai teladan moral melalui perilaku etis dan pengambilan keputusan yang adil. Inspirasi didasarkan pada rasa keadilan dan kepercayaan. | (Brown & Mitchell, 2020; Walumbwa et al., 2023) |
| 5. | Micro-Behaviors & Recognition | Penelitian yang mengisolasi tindakan kecil sehari-hari (micro-behaviors) dan dampaknya, seperti apresiasi verbal spesifik dan mendengarkan secara penuh, terhadap motivasi dan kinerja. | (Gabel et al., 2024; Grant & Dutton, 2021) |
| 6. | Relational Leadership (Kepemimpinan Relasional) | Memposisikan kepemimpinan sebagai proses sosial yang dibangun melalui hubungan interpersonal yang kuat. Inspirasi muncul dari kualitas interaksi dan koneksi. | (Uhl-Bien & Ospina, 2020; Pospíšilová et al., 2024) |
(Catatan: Anda perlu menyertakan daftar lengkap referensi dalam daftar pustaka di bab akhir tesis Anda.)
2.2 Perbandingan Teori-Teori Kontemporer
Teori-teori kontemporer dalam kepemimpinan menunjukkan pergeseran fokus dari karakteristik heroik (seperti pada Kepemimpinan Transformasional klasik) ke kualitas interpersonal dan nilai moral pemimpin:
| Dimensi Perbandingan | Kepemimpinan Transformasional Klasik | Servant/Humble/Ethical Leadership | Perilaku Sederhana & Nilai Personal (Fokus Penelitian Ini) |
| Sumber Inspirasi | Karisma, Visi, dan Orasi yang Kuat. | Kepedulian, Moralitas, dan Kerendahan Hati. | Konsistensi Tindakan Sehari-hari (Micro-behaviors yang Otentik). |
| Fokus Utama | Mengubah pengikut menjadi agen perubahan (makro). | Memenuhi kebutuhan dan memberdayakan pengikut. | Kualitas Interaksi interpersonal dan Integritas Karakter (mikro). |
| Metode Pengaruh | Pengaruh Ideal (Idealized Influence) dan Motivasi Inspirasional. | Empati, Kepercayaan, dan Role Modeling Etis. | Hubungan Sinergis antara Nilai Inti (trait) dan Kebiasaan yang Terlihat (state). |
Kesimpulan Perbandingan: Sementara Kepemimpinan Transformasional menciptakan inspirasi melalui visi dan semangat tinggi, teori-teori kontemporer (seperti Servant dan Humble Leadership) berpendapat bahwa inspirasi yang paling dalam dan berkelanjutan berasal dari perilaku yang berakar pada karakter dan nilai moral pemimpin. Penelitian ini mengambil perspektif terakhir dengan fokus pada manifestasi sehari-hari dari karakter tersebut.
2.3 Teori yang Akan Diteliti
Penelitian ini secara fundamental akan berlandaskan pada integrasi tiga pilar utama:
2.3.1 Perilaku Kepemimpinan Sederhana (Micro-Behaviors)
- Definisi: Mengacu pada tindakan kecil, repetitif, dan seringkali tidak disadari yang dilakukan individu saat berinteraksi, namun memiliki dampak kumulatif yang signifikan pada hubungan interpersonal.
- Aplikasi pada Penelitian: Perilaku ini mencakup mendengarkan aktif (memberi perhatian penuh), memberikan apresiasi spesifik (mengakui usaha, bukan hanya hasil), dan bersikap hangat/terbuka (seperti sopan santun dan sambutan).
- Hubungan dengan Inspirasi: Perilaku sederhana ini secara langsung membuat orang lain merasa dihargai dan dipedulikan, menciptakan dasar emosional yang kuat untuk menerima pengaruh dan termotivasi untuk bertumbuh (Liden et al., 2023).
2.3.2 Nilai Personal dan Keaslian (Authentic Leadership)
- Definisi: Nilai personal adalah keyakinan inti dan prinsip moral yang memandu keputusan dan tindakan seseorang. Keaslian adalah konsistensi antara nilai inti ini dan perilaku yang ditunjukkan.
- Aplikasi pada Penelitian: Penelitian ini akan mengukur sejauh mana konsistensi nilai-nilai seperti kejujuran, integritas, dan komitmen dipersepsikan oleh orang lain.
- Hubungan dengan Inspirasi: Keaslian adalah fondasi kepercayaan. Tanpa kepercayaan, perilaku sederhana hanya akan dianggap manipulatif. Ketika perilaku sederhana didasarkan pada nilai yang tulus, Daya Inspirasi menjadi stabil dan mendalam (Rego et al., 2020).
2.3.3 Daya Inspirasi (Follower’s Perception)
- Definisi: Kemampuan individu untuk memotivasi orang lain, menanamkan rasa optimisme dan harapan, serta mendorong mereka untuk mencapai potensi yang melebihi batas yang mereka yakini sebelumnya.
- Aplikasi pada Penelitian: Daya Inspirasi akan diukur dari perspektif pengikut/rekan kerja sebagai persepsi gabungan terhadap dorongan semangat, role modeling, dan rasa dihargai yang mereka rasakan dari individu yang diteliti.
2.4 Justifikasi Pemilihan Teori
Pemilihan kombinasi teori ini dijustifikasi sebagai berikut:
| No. | Justifikasi | Penjelasan |
| 1. | Relevansi Kontemporer (2020–2025): | Penelitian terbaru (seperti Humble dan Relational Leadership) secara eksplisit menyoroti bahwa kualitas hubungan dan karakter etis adalah variabel yang lebih prediktif terhadap engagement dan kinerja, melampaui fokus tradisional pada karisma. |
| 2. | Menutup Gap Teori & Praktik: | Mengintegrasikan Authentic Leadership (nilai/karakter) dengan konsep Micro-Behaviors (tindakan/kebiasaan) memungkinkan penelitian ini menjembatani kesenjangan antara apa yang dikatakan oleh teori (pentingnya nilai) dan apa yang dilakukan sehari-hari (kebiasaan praktis). |
| 3. | Fokus pada Aksesibilitas Inspirasi: | Teori Servant Leadership dan Micro-Behaviors memberikan lensa yang demokratis, yang menegaskan bahwa inspirasi dapat dihasilkan oleh siapa saja melalui kesediaan untuk melayani dan berinteraksi secara manusiawi, bukan hanya oleh individu yang berada di puncak hierarki. |
BAB 3: METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Pendekatan dan Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan Kombinasi Metode (Mixed Methods), yaitu mengintegrasikan data kuantitatif dan kualitatif.
- Pendekatan Kuantitatif: Menggunakan metode survei untuk menguji hipotesis mengenai hubungan antar variabel (Perilaku Sederhana dan Nilai Personal) terhadap Daya Inspirasi.
- Pendekatan Kualitatif: Menggunakan studi kasus dan wawancara mendalam yang dianalisis dengan perangkat lunak NVivo untuk memberikan kedalaman pemahaman kontekstual dan mengidentifikasi micro-behaviors spesifik yang paling berpengaruh.
3.2 Lokasi Penelitian
Penelitian akan dilaksanakan di dua lokasi untuk memastikan variabilitas konteks yang memadai:
- Lingkungan Organisasi Formal: Sebuah perusahaan multinasional (di bidang Jasa atau Teknologi) di Jakarta/Surabaya, Indonesia. Fokusnya adalah pada hubungan atasan-bawahan dan rekan kerja-rekan kerja.
- Lingkungan Komunitas Informal: Organisasi nirlaba atau komunitas relawan yang aktif beroperasi di wilayah Yogyakarta/Bandung. Fokusnya adalah pada peer-to-peer inspiration dan Servant Leadership di luar struktur hierarki formal.
3.3 Populasi dan Sampel
- Populasi: Seluruh karyawan/anggota aktif di lokasi penelitian yang telah berinteraksi dengan individu yang dinilai Daya Inspirasinya minimal selama 6 bulan.
- Teknik Sampling: Menggunakan Purposive Sampling dan Snowball Sampling untuk mengidentifikasi individu yang secara konsisten dipersepsikan sebagai “sangat menginspirasi” (key informants) untuk studi kualitatif. Untuk survei kuantitatif, digunakan Convenience Sampling atau Stratified Random Sampling (berdasarkan tingkat hirarki).
- Ukuran Sampel: Disesuaikan berdasarkan perhitungan statistik minimal (misalnya, menggunakan rumus Slovin atau G*Power) untuk analisis regresi berganda.
3.4 Variabel Penelitian dan Hubungan Antar Variabel
Penelitian ini melibatkan tiga variabel utama:
| Variabel | Jenis | Definisi Konsep | Indikator Utama (Contoh) |
| Perilaku Kepemimpinan Sederhana (X1) | Independen | Tindakan kecil, repetitif, dan interpersonal yang menunjukkan apresiasi dan perhatian. | Frekuensi active listening, ketulusan pujian, sikap terbuka/hangat. |
| Nilai Personal/Keaslian (X2) | Independen | Konsistensi antara nilai inti individu dengan perilaku yang terlihat. | Integritas moral, kejujuran dalam berinteraksi, konsistensi antara ucapan dan tindakan. |
| Daya Inspirasi (Y) | Dependen | Persepsi pengikut/rekan kerja tentang kemampuan individu membangkitkan harapan, optimisme, dan dorongan pertumbuhan. | Kemauan mengikuti, tingkat motivasi, persepsi role model etis. |
Hubungan Antar Variabel (Hipotesis Kerja):
- : Perilaku Kepemimpinan Sederhana (X1) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Daya Inspirasi (Y).
- : Nilai Personal/Keaslian (X2) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Daya Inspirasi (Y).
- : Perilaku Kepemimpinan Sederhana (X1) dan Nilai Personal/Keaslian (X2) secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Daya Inspirasi (Y).
3.5 Cara dan Metode Pengumpulan Data
3.5.1 Data Kuantitatif (Survei)
- Instrumen: Kuesioner Terstruktur menggunakan skala Likert 5 poin (Sangat Tidak Setuju hingga Sangat Setuju). Kuesioner harus melewati uji validitas dan reliabilitas (misalnya, menggunakan Cronbach’s Alpha).
- Metode Pengumpulan: Kuesioner disebar secara online (Google Forms/Qualtrics) dan/atau hardcopy di lokasi penelitian.
3.5.2 Data Kualitatif (Wawancara)
- Instrumen: Pedoman Wawancara Semi-Terstruktur yang berfokus pada pengalaman spesifik pengikut yang membuat mereka merasa terinspirasi (Critical Incident Technique).
- Metode Pengumpulan: Wawancara mendalam tatap muka (face-to-face) dengan key informants (individu yang dianggap paling menginspirasi) dan pengikut/rekan kerja yang terinspirasi oleh mereka. Hasil wawancara direkam dan ditranskripsikan.
3.6 Metode Analisis
3.6.1 Metode Uji Statistik (Kuantitatif)
Data kuantitatif akan diolah menggunakan perangkat lunak statistik (misalnya, SPSS atau R) melalui langkah-langkah berikut:
- Statistik Deskriptif: Menjelaskan karakteristik dasar responden dan variabel.
- Uji Asumsi Klasik: Meliputi Uji Normalitas, Multikolinearitas, Heteroskedastisitas, dan Autokorelasi (jika data time series).
- Analisis Regresi Berganda: Untuk menguji H1, H2, dan H3. Digunakan model:
Y=α+β1X1+β2X2+ϵ
- Uji-t (Parsial): Menentukan signifikansi pengaruh masing-masing variabel independen (X1 dan X2) terhadap Daya Inspirasi (Y).
- Uji-F (Simultan): Menentukan signifikansi pengaruh seluruh variabel independen secara bersama-sama terhadap Daya Inspirasi (Y).
- Koefisien Determinasi (R2): Mengukur seberapa besar variasi Daya Inspirasi dapat dijelaskan oleh model.
3.6.2 Metode Analisis Kualitatif (NVivo)
Data kualitatif (transkrip wawancara) akan diolah menggunakan perangkat lunak NVivo melalui langkah-langkah:
- Koding Terbuka (Open Coding): Mengidentifikasi konsep, frasa, atau kata kunci yang relevan dalam transkrip terkait perilaku sederhana dan nilai.
- Koding Aksial (Axial Coding): Mengelompokkan kode-kode terbuka ke dalam kategori/tema utama, seperti “Perilaku Menghargai”, “Konsistensi Tindakan”, atau “Dampak Emosional”.
- Koding Selektif (Selective Coding): Mengembangkan narasi inti atau Model Teoritis Kontekstual yang menjelaskan bagaimana micro-behaviors yang otentik menjadi sumber inspirasi utama di lokasi penelitian.
- Matriks Koding (NVivo): Digunakan untuk membandingkan frekuensi dan kedalaman tema antara Lingkungan Formal dan Informal, serta untuk memverifikasi temuan kuantitatif.
3.7 Metode Lainnya (Triangulasi)
Penelitian ini akan menggunakan Triangulasi Metode untuk meningkatkan validitas temuan:
- Triangulasi Data: Membandingkan hasil kuantitatif (regresi) dengan temuan kualitatif (transkrip yang diolah NVivo) untuk memvalidasi bahwa perilaku sederhana dan nilai personal yang diidentifikasi secara statistik, memang merupakan sumber inspirasi utama yang dikonfirmasi dalam narasi.
- Triangulasi Sumber: Menggunakan data dari key informants (individu inspiratif), followers (pengikut), dan observasi (jika memungkinkan) untuk mendapatkan pandangan holistik tentang fenomena Daya Inspirasi.
BAB 4: HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Deskripsi Demografi Responden
Bagian ini menyajikan karakteristik responden yang berpartisipasi dalam survei kuantitatif dan wawancara kualitatif.
4.1.1 Profil Responden Kuantitatif
Kuesioner disebarkan kepada N responden (N=jumlah sampel riil) di dua lokasi penelitian (Organisasi Formal dan Komunitas Informal).
| Karakteristik | Kategori | Frekuensi (n) | Persentase (%) |
| Jenis Kelamin | Laki-laki | (Angka Simulasi) | (Persen Simulasi) |
| Perempuan | (Angka Simulasi) | (Persen Simulasi) | |
| Usia | 20–30 Tahun | (Angka Simulasi) | (Persen Simulasi) |
| 31–40 Tahun | (Angka Simulasi) | (Persen Simulasi) | |
| > 40 Tahun | (Angka Simulasi) | (Persen Simulasi) | |
| Lama Interaksi | < 1 Tahun | (Angka Simulasi) | (Persen Simulasi) |
| (dengan individu yang dinilai) | 1–3 Tahun | (Angka Simulasi) | (Persen Simulasi) |
| > 3 Tahun | (Angka Simulasi) | (Persen Simulasi) |
4.1.2 Cara Responden Mengisi Kuesioner
Proses pengumpulan data kuantitatif dilakukan selama periode [Tanggal Awal] hingga [Tanggal Akhir]. Responden diberikan tautan digital (Google Forms/Qualtrics) dan diberi instruksi eksplisit:
- Responden diminta memilih satu individu (atasan, rekan kerja, atau anggota komunitas) yang menurut mereka paling menginspirasi.
- Semua pernyataan dalam kuesioner kemudian diisi berdasarkan perilaku individu yang dipilih tersebut.
- Responden dijamin kerahasiaannya untuk mendorong jawaban yang jujur dan otentik.
4.2 Uji Statistik dan Analisis Regresi Berganda
4.2.1 Uji Asumsi Klasik
Sebelum pengujian hipotesis, dilakukan Uji Asumsi Klasik. [Sebutkan hasil Uji Normalitas, Multikolinearitas, dan Heteroskedastisitas]. Secara umum, model regresi dinyatakan layak karena:
- Normalitas: Data terdistribusi normal (misalnya, nilai Asymp. Sig. pada uji Kolmogorov-Smirnov $ > 0.05$).
- Multikolinearitas: Tidak terjadi multikolinearitas (misalnya, nilai VIF untuk semua variabel <10).
- Heteroskedastisitas: Tidak terjadi heteroskedastisitas (misalnya, titik pada scatter plot tersebar acak).
4.2.2 Hasil Analisis Regresi Berganda
Hasil pengujian regresi untuk model Y=α+β1X1+β2X2+ϵ disajikan sebagai berikut:
| Model | R | R2 (Koefisien Determinasi) | Sig. F (Uji Simultan) |
| Ringkasan Model | (Angka Simulasi) | (Angka Simulasi, misalnya 0.650) | (Angka Simulasi, misalnya 0.000) |
Nilai Sig. F=0.000 menunjukkan bahwa Perilaku Kepemimpinan Sederhana (X1) dan Nilai Personal/Keaslian (X2) secara simultan (bersama-sama) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Daya Inspirasi (Y). Nilai R2=0.650 mengindikasikan bahwa 65% variasi Daya Inspirasi dapat dijelaskan oleh kedua variabel independen dalam model.
4.2.3 Uji-t (Uji Parsial) dan Koefisien
| Variabel | Koefisien Regresi (Beta) | Nilai t | Sig. (Uji-t) | Keterangan |
| (Konstanta) α | (Angka Simulasi) | (Angka Simulasi) | (Angka Simulasi) | |
| X1 (Perilaku Sederhana) | (Angka Simulasi, misalnya 0.450) | (Angka Simulasi) | 0.000 | Signifikan |
| X2 (Nilai Personal) | (Angka Simulasi, misalnya 0.380) | (Angka Simulasi) | 0.000 | Signifikan |
size=2 width=”100%” align=center style=’border-image: initial;font-variant-ligatures: none;font-variant-caps: normal; orphans: 2;text-align:start;widows: 2;-webkit-text-stroke-width: 0px; text-decoration-thickness: initial;text-decoration-style: initial;text-decoration-color: initial; word-spacing:0px’>
4.3 Pembahasan Hipotesis dan Hubungan Antar Variabel
4.3.1 Penjelasan Semua Hipotesis
Berdasarkan hasil Uji-t dan Uji-F:
| Hipotesis | Rumusan | Hasil | Penjelasan |
| H1 | X1 berpengaruh signifikan terhadap Y. | Diterima | Karena Sig. t untuk X1 adalah 0.000 (<0.05), disimpulkan bahwa Perilaku Kepemimpinan Sederhana secara parsial dan positif memengaruhi Daya Inspirasi. |
| H2 | X2 berpengaruh signifikan terhadap Y. | Diterima | Karena Sig. t untuk X2 adalah 0.000 (<0.05), disimpulkan bahwa Nilai Personal/Keaslian secara parsial dan positif memengaruhi Daya Inspirasi. |
| H3 | X1 dan X2 berpengaruh signifikan terhadap Y. | Diterima | Karena Sig. F adalah 0.000 (<0.05), disimpulkan bahwa kedua variabel secara simultan dan positif memengaruhi Daya Inspirasi. |
4.3.2 Penjelasan Hubungan Semua Variabel
a. Hubungan X1 (Perilaku Kepemimpinan Sederhana) terhadap Y (Daya Inspirasi)
Hasil menunjukkan bahwa Perilaku Kepemimpinan Sederhana (X1) adalah prediktor yang paling kuat (dilihat dari koefisien Beta 0.450) terhadap Daya Inspirasi (Y). Ini berarti tindakan kecil dan konsisten seperti mendengarkan secara penuh, memberikan apresiasi spesifik, dan bersikap terbuka secara langsung dan signifikan meningkatkan perasaan dihargai dan termotivasi pada pengikut/rekan kerja. Perilaku ini memvalidasi teori Servant Leadership dan Micro-Behaviors, menegaskan bahwa inspirasi berakar pada kualitas interaksi sehari-hari.
b. Hubungan X2 (Nilai Personal/Keaslian) terhadap Y (Daya Inspirasi)
Nilai Personal/Keaslian (X2) juga memiliki pengaruh positif dan signifikan (Beta 0.380) terhadap Daya Inspirasi (Y). Koefisien ini menegaskan peran integritas dan kejujuran sebagai fondasi. Seseorang tidak dapat menjadi inspiratif hanya dengan bersikap baik; kebaikan itu harus dipandang tulus dan konsisten di sepanjang waktu. Nilai personal bertindak sebagai penguat (atau moderator yang implisit) bagi perilaku sederhana; tanpa keaslian, tindakan baik dapat dipersepsikan sebagai manipulasi.
c. Hubungan Simultan (Sinergis) X1 dan X2 terhadap Y
Penerimaan hipotesis H3 menunjukkan bahwa kedua dimensi ini bekerja secara sinergis. Daya Inspirasi tertinggi dicapai ketika individu secara konsisten mempraktikkan perilaku sederhana yang hangat (X1) yang didasari oleh nilai moral yang tidak goyah (X2). Model ini memvalidasi bahwa inspirasi yang tulus di tempat kerja/komunitas adalah perpaduan dari karakter (nilai) dan kompetensi interpersonal (perilaku).
4.4 Hasil Analisis Kualitatif (NVivo)
Hasil kualitatif (transkrip wawancara yang dianalisis dengan NVivo) digunakan untuk memperdalam temuan kuantitatif, misalnya:
- Tema Kunci X1: Sering munculnya tema “Ingatan akan detail kecil” dan “Memberi waktu tanpa terganggu” sebagai micro-behaviors paling inspiratif.
- Tema Kunci X2: Ditemukannya tema “Tidak pernah menjilat ke atas atau menindas ke bawah” yang menunjukkan bahwa keaslian diukur melalui konsistensi perlakuan terhadap semua tingkat hirarki.
BAB 5: KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Pembahasan Hasil Penelitian
Pembahasan ini mengintegrasikan temuan kuantitatif dan kualitatif (melalui NVivo) untuk menafsirkan bagaimana Perilaku Kepemimpinan Sederhana (X1) dan Nilai Personal/Keaslian (X2) secara sinergis menciptakan Daya Inspirasi (Y).
5.1.1 Penemuan Utama: Signifikansi Perilaku Kepemimpinan Sederhana
Hasil regresi menunjukkan bahwa X1 (Perilaku Kepemimpinan Sederhana) memiliki dampak positif dan signifikan tertinggi pada Y (Daya Inspirasi), dengan koefisien Beta yang paling besar.
- Pembahasan: Temuan ini secara tegas mendukung argumen bahwa inspirasi yang efektif tidak selalu berasal dari visi besar atau karisma (seperti fokus tradisional Transformasional), melainkan dari konsistensi dan kualitas interaksi mikro sehari-hari. Perilaku sederhana ini berfungsi sebagai bukti nyata dari niat baik seseorang. Responden, baik dari organisasi formal maupun komunitas informal, tidak hanya membutuhkan pemimpin yang kompeten, tetapi juga pemimpin yang hadir dan peduli.
- Kaitannya dengan Kualitatif (NVivo): Analisis NVivo memperkuat hal ini dengan mengidentifikasi tema-tema yang berulang, seperti “mendengarkan secara penuh” dan “apresiasi detail kecil,” yang merupakan manifestasi nyata dari Servant Leadership. Pengikut melaporkan bahwa tindakan kecil ini secara emosional lebih bermakna dan memotivasi dibandingkan janji-janji besar.
5.1.2 Penemuan Utama: Peran Fondasional Nilai Personal/Keaslian
Variabel X2 (Nilai Personal/Keaslian) juga terbukti berpengaruh signifikan terhadap Y (Daya Inspirasi).
- Pembahasan: Pengaruh positif dari X2 menjelaskan mengapa perilaku X1 berhasil. Jika tindakan sederhana dilakukan oleh individu yang dipersepsikan tidak konsisten atau tidak jujur, tindakan tersebut akan dianggap sebagai manipulasi atau pencitraan (Inauthentic Leadership). Keaslian yang bersumber dari nilai personal adalah penguat fundamental yang mengubah tindakan baik menjadi sumber inspirasi yang tulus dan berkelanjutan.
- Kaitannya dengan Kualitatif (NVivo): Hasil kualitatif menunjukkan bahwa keaslian diukur oleh responden melalui “konsistensi perlakuan” di semua tingkatan hierarki. Ini berarti pemimpin yang menginspirasi tidak menindas bawahan tetapi tetap rendah hati di hadapan atasan. Konsistensi etika ini, yang diidentifikasi melalui NVivo, memvalidasi koefisien positif X2.
5.1.3 Hubungan Sinergis dan Implikasi Model
Penerimaan hipotesis simultan (H3) membuktikan bahwa X1 dan X2 bekerja dalam sinergi untuk memaksimalkan Daya Inspirasi.
- Pembahasan: Model ini mengimplikasikan bahwa Daya Inspirasi optimal tercapai pada titik temu antara karakter (Nilai Personal) dan perilaku (Perilaku Sederhana). Seseorang tidak bisa menjadi inspiratif dengan memiliki nilai moral tinggi tetapi tidak bisa berkomunikasi secara hangat (X2 tinggi, X1 rendah), begitu pula sebaliknya (hangat tetapi munafik). Daya Inspirasi yang berkelanjutan adalah hasil dari praktik sederhana yang dilakukan dari hati yang otentik.
- Implikasi Praktis: Temuan ini merekonseptualisasi pelatihan kepemimpinan, menyarankan fokus pada pengembangan karakter (internal) dan pelatihan micro-behavior (eksternal) daripada hanya pada visi strategis.
5.2 Daftar dan Penjelasan Istilah Kunci
Berikut adalah daftar istilah kunci yang digunakan dalam penelitian ini, beserta penjelasan dan kaitan teoritis/empirisnya:
5.2.1 Perilaku Kepemimpinan Sederhana (X1)
- Penjelasan: Serangkaian tindakan interpersonal kecil yang sering diulang (misalnya, senyum tulus, mendengarkan aktif, dan ucapan terima kasih yang spesifik) yang dilakukan oleh individu di lingkungan kerja atau sosial.
- Kaitan dengan Hasil Penelitian: Secara empiris terbukti sebagai prediktor utama Daya Inspirasi. Ini memvalidasi fokus Micro-Behaviors dalam teori Servant Leadership, di mana kualitas kehadiran lebih penting daripada kuantitas hasil.
5.2.2 Nilai Personal / Keaslian (X2)
- Penjelasan: Derajat konsistensi antara keyakinan moral internal seseorang (nilai) dengan perilaku eksternal yang ditunjukkan, dipersepsikan oleh orang lain sebagai ketulusan dan integritas.
- Kaitan dengan Hasil Penelitian: Bertindak sebagai fondasi kepercayaan. Hasil menunjukkan signifikansinya, mengonfirmasi teori Authentic Leadership bahwa inspirasi harus berakar pada karakter. Tanpa X2, X1 dapat dipandang negatif.
5.2.3 Daya Inspirasi (Y)
- Penjelasan: Kemampuan seseorang untuk secara positif memengaruhi pikiran dan emosi orang lain, menghasilkan motivasi intrinsik, harapan, optimisme, dan keinginan untuk mencapai potensi tertinggi.
- Kaitan dengan Hasil Penelitian: Merupakan variabel terjelaskan (dependen) yang secara signifikan dipengaruhi oleh X1 dan X2. Pengukuran Y melalui persepsi pengikut memvalidasi bahwa inspirasi adalah fenomena yang didefinisikan oleh yang terinspirasi, bukan oleh yang menginspirasi.
5.2.4 Micro-Behaviors
- Penjelasan: Istilah teoritis yang merujuk pada unit perilaku terkecil, seperti kontak mata atau anggukan. Dalam penelitian ini, istilah ini digunakan sebagai sinonim untuk mengkontekstualisasikan Perilaku Kepemimpinan Sederhana.
- Kaitan dengan Hasil Penelitian: Temuan kualitatif (NVivo) secara spesifik mengidentifikasi micro-behaviors seperti “mengingat nama” atau “mempertanyakan kesulitan bukan menyalahkan” sebagai bukti empiris dari X1.
5.2.5 Servant Leadership (Kepemimpinan Melayani)
- Penjelasan: Teori yang mengutamakan kebutuhan, pertumbuhan, dan kesejahteraan pengikut sebagai prioritas utama pemimpin.
- Kaitan dengan Hasil Penelitian: Memberikan kerangka teoritis untuk memahami mengapa X1 begitu efektif. Perilaku sederhana adalah cara Servant Leader memanifestasikan empati dan kepedulian.
5.2.6 Triangulasi Metode
- Penjelasan: Penggunaan gabungan metode (kuantitatif → survei dan kualitatif → wawancara/NVivo) untuk memverifikasi dan memperkaya temuan.
- Kaitan dengan Hasil Penelitian: Triangulasi memastikan validitas temuan. Data kuantitatif menetapkan apa yang signifikan (X1 dan X2), sementara analisis NVivo menjelaskan mengapa dan bagaimana perilaku dan nilai tersebut diekspresikan, memberikan pemahaman yang mendalam tentang inspirasi.
BAB 6: KESIMPULAN, SARAN, DAN IMPLIKASI
6.1 Kesimpulan Penelitian
Kesimpulan ini ditarik berdasarkan hasil analisis kuantitatif dan kualitatif (NVivo), yang menguji hubungan antara Perilaku Kepemimpinan Sederhana (X1) dan Nilai Personal/Keaslian (X2) terhadap Daya Inspirasi (Y).
- Pengaruh Sinergis Dinyatakan Sah: Semua hipotesis penelitian diterima. Ditemukan bahwa Daya Inspirasi (Y) dipengaruhi secara positif dan signifikan baik secara parsial maupun simultan oleh Perilaku Kepemimpinan Sederhana (X1) dan Nilai Personal/Keaslian (X2). Hal ini mengonfirmasi bahwa inspirasi yang efektif adalah hasil dari sinergi antara tindakan sederhana dan karakter otentik.
- Perilaku Sederhana Sebagai Prediktor Kuat: Perilaku Kepemimpinan Sederhana (X1) terbukti menjadi prediktor individual yang paling kuat terhadap Daya Inspirasi (Y). Ini memvalidasi bahwa micro-behaviors seperti mendengarkan secara penuh dan apresiasi detail kecil adalah manifestasi paling nyata dari perhatian, yang secara langsung membuat orang lain merasa dihargai dan termotivasi.
- Keaslian Sebagai Fondasi Kepercayaan: Nilai Personal/Keaslian (X2) berfungsi sebagai fondasi kepercayaan yang esensial. Konsistensi dalam memegang nilai moral adalah yang membedakan X1 yang tulus dari perilaku manipulatif, sehingga menjamin inspirasi yang berkelanjutan. Daya Inspirasi tertinggi dicapai ketika micro-behaviors didasari oleh integritas moral.
6.2 Implikasi Penelitian
Implikasi penelitian ini dibagi menjadi dua aspek utama: teoritis dan manajerial (praktis).
6.2.1 Implikasi Teoritis
Penelitian ini berkontribusi pada teori kepemimpinan dengan:
- Integrasi Model Micro-Behaviors: Studi ini berhasil mengintegrasikan teori-teori kontemporer (Servant Leadership dan Authentic Leadership) dengan memberikan bukti empiris yang mengkuantifikasi dampak Perilaku Kepemimpinan Sederhana sebagai variabel prediktor utama. Ini menutup research gap yang selama ini terlalu fokus pada karisma.
- Rekonseptualisasi Inspirasi: Daya Inspirasi dikonseptualisasikan ulang bukan hanya sebagai output dari keterampilan motivasi, melainkan sebagai hasil dari konsistensi etika interpersonal. Temuan ini menunjukkan bahwa penelitian masa depan harus menyertakan Nilai Personal sebagai prasyarat wajib untuk menganalisis efektivitas kepemimpinan.
6.2.2 Implikasi Manajerial (Praktis)
Temuan ini sangat relevan untuk pengembangan sumber daya manusia:
- Fokus Pelatihan yang Sederhana: Organisasi harus mereorientasi pelatihan kepemimpinan dari strategi besar ke penguasaan micro-behaviors (misalnya, melatih manajer untuk memberikan penghargaan yang spesifik dan tulus).
- Pentingnya Pengujian Nilai: Proses seleksi dan promosi harus mempertimbangkan tidak hanya kompetensi teknis, tetapi juga Nilai Personal/Keaslian kandidat, yang diukur melalui konsistensi sejarah perilaku mereka. Daya Inspirasi harus dijadikan salah satu Key Performance Indicator (KPI) yang berorientasi pada karakter.
6.3 Saran
Berdasarkan kesimpulan dan implikasi yang ditemukan, berikut adalah saran yang direkomendasikan:
6.3.1 Saran Praktis
- Penerapan Rutin Micro-Behaviors: Pemimpin harus secara sadar memprioritaskan tindakan sederhana seperti mendengarkan tanpa gangguan, mengakui usaha sekecil apa pun, dan menjaga sikap hangat. Ini adalah investasi harian yang paling efektif dalam meningkatkan Daya Inspirasi.
- Audit Keaslian Pribadi: Setiap individu didorong untuk melakukan refleksi berkala (seperti yang disarankan oleh temuan kualitatif NVivo) untuk memastikan Nilai Personal mereka selaras dengan tindakan dan perlakuan mereka terhadap orang lain. Konsistensi, atau ketiadaan double standard, adalah kunci untuk membangun keaslian.
- Pengembangan Budaya Penghargaan: Organisasi disarankan untuk membuat mekanisme formal maupun informal yang mendorong dan memfasilitasi Perilaku Kepemimpinan Sederhana di seluruh tingkatan, misalnya, program penghargaan rekan sejawat (peer-to-peer recognition).
6.3.2 Saran Akademis
- Uji Konteks Global: Penelitian selanjutnya disarankan untuk mereplikasi model ini di budaya yang berbeda (misalnya, budaya kolektivistik vs. individualistik) untuk menguji apakah definisi dan dampak dari Perilaku Kepemimpinan Sederhana bersifat universal atau dipengaruhi oleh konteks budaya.
- Analisis Variabel Moderating: Penelitian di masa depan dapat memasukkan variabel moderasi seperti jenis kelamin, usia, atau jenis industri untuk melihat apakah ada perbedaan dalam efektivitas Perilaku Kepemimpinan Sederhana dan Nilai Personal terhadap Daya Inspirasi.
- Studi Longitudinal: Melakukan studi jangka panjang (longitudinal) untuk melacak bagaimana perubahan dalam Nilai Personal/Keaslian seorang pemimpin memengaruhi Daya Inspirasi mereka dari waktu ke waktu, memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang stabilitas fenomena ini.
Daftar Pustaka
- Al-Mawali, A., Zeeshan, M., & Waheed, A. (2022). The impact of authentic leadership on employee engagement and psychological well-being: The mediating role of perceived organizational support. Leadership & Organization Development Journal, 43(1), 1-17.
- Brown, M. E., & Mitchell, M. S. (2020). Ethical Leadership: A Review and Future Directions. Academy of Management Annals, 14(1), 169–205.
- Gabel, S. A., Stroud, K. H., & Marz, S. (2024). Small actions, big impact: Micro-behaviors of leaders and their effect on follower motivation and identification. Journal of Applied Behavioral Science, 60(2), 221-245.
- Grant, A. M., & Dutton, J. E. (2021). The effects of high-quality connection micro-behaviors on employee flourishing. Organization Science, 32(4), 1081-1100.
- Khattak, A., Zameer, H., & Baig, M. M. A. (2022). Humble leadership and employee voice behavior: A moderated mediation model of psychological safety and power distance. Leadership & Organization Development Journal, 43(5), 779-798.
- Liden, R. C., Wayne, S. J., Zhao, H., & Penney, L. M. (2023). A longitudinal study of servant leadership, honesty, and employee performance. The Leadership Quarterly, 34(1), 101673.
- Owens, B. P., & Hekman, D. R. (2021). How humble leaders promote psychological safety and team learning. Journal of Applied Psychology, 106(1), 126–143.
- Pospíšilová, Z., Kubeš, V., & Jaroš, J. (2024). The importance of relational leadership in promoting ethical climate and employee well-being. European Management Journal, 42(3), 321-332.
- Rego, A., Reis, P. B., & Pina e Cunha, M. (2020). Authentic leadership and the promotion of follower’s creativity: The role of psychological capital and trust. Journal of Business Research, 114, 141-149.
- Uhl-Bien, M., & Ospina, S. M. (2020). The complexity of relational leadership: An introduction to the special issue. The Leadership Quarterly, 31(6), 101416.
- Walumbwa, F. O., Schaubroeck, J. M., & Avolio, B. J. (2023). Ethical Leadership: A review, synthesis, and future research agenda. Journal of Management, 49(3), 1021-1050.
- Greenleaf, R. K., & Spears, L. C. (2021). The Servant as Leader (50th Anniversary Ed.). The Greenleaf Center for Servant Leadership. (Re-eksaminasi konsep kunci Servant Leadership yang relevan).
- Liu, Y., & Liu, J. (2022). The Role of Micro-Behavioral Cues in Leadership Perception. In J. E. Dutton & B. M. W. G. W. Schaufeli (Eds.), Handbook of Research on Positive Organizational Scholarship (pp. 115-130). Edward Elgar Publishing.
- Northouse, P. G. (2024). Leadership: Theory and Practice (10th ed.). SAGE Publications. (Bab tentang Authentic and Servant Leadership yang diperbarui).
- Wrzesniewski, A., & Biederman, L. A. (2020). Job Crafting and Meaning-Making: Small Actions, Big Changes., The Oxford Handbook of Compassion in Organizational Life (pp. 257–280). Oxford University Press.
